Sebuah senyuman memiliki arti lebih dalam daripada sekedar sebuah ekspresi ceria. Lengkungan di bibir menyiratkan sebuah komunikasi sosial.
Penulis Marianne LaFrance dalam buku barunya ‘Lip Service’ menulis bahwa setiap senyuman
merupakan sebuah magnet sosial, parameter kepercayaan, sebuah perangkat
penebar kemarahan, alat tawar menawar, hingga alat menjaga ikatan
sosial.
Itulah sebabnya, sunggingan di wajah
merupakan ekspresi yang paling cepat dikenali. “Tak peduli apakah itu
senyum nyengir, menyeringai menakutkan, atau berseri-seri, semuanya
memiliki arti,” ujar LaFrance, Profesor Psikologi Universitas Yale. Dia
menambahkan, sebuah senyuman bahkan berpengaruh pada politik, pekerjaan,
hubungan, dan budaya.
Meskipun tersenyum sering menandakan
kebahagiaan, ekspresi ini juga menyampaikan berbagai emosi mulai dari
menghibur, rasa malu, penipuan hingga menghina.
Studinya menyebut, ada perbedaan cara tersenyum pria dan wanita. Wanita rata-rata lebih banyak tersenyum ketimbang pria. Salah satu alasannya, kata LaFrance, adalah alasan biologis.
Para peneliti menemukan otot senyum
utama, yang dikenal sebagai zygomaticus lebih besar dan tebal pada
wanita daripada pria. Kedua, area kerja wanita kebanyakan membutuhkan
sosialisasi yang lebih banyak dibanding pria. Dan, umumnya wanita lebih
cenderung memiliki keinginan bersosialisasi.
“Wanita sering berperan mengatur kegiatan sosial, mengurangi konflik, dan peduli kehidupan emosional orang lain,” tambah LaFrance.
Meskipun senyum biasanya memperlihatkan
ekspresi positif ada sisi gelap dalamnya. Seperti tersenyum saat
menyembunyikan perasaan atau bersikap sinis. “Senyum merupakan sebuah topeng yang besar,” kata LaFrance.
“Senyum adalah sebuah pendekatan paling mudah saat pendekatan lain tidak bekerja,” ungkapnya kepada laman MSNBC.
Pencarian Artikel ini dengan Kata Kunci:
- senyuman (457)
- arti senyuman (271)
- arti sebuah senyuman (194)
- kata kata senyuman (87)
- kata senyuman (85)
- makna senyuman (76)
- arti sebuah kehidupan (74)
- makna senyum (73)
- arti senyum (69)
- kata senyum (63)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar